Valentine Day Bukan Hari Kasih Sayang, Tapi Hari Kasih Setan,..

Valentine’s Day Bukan Dari Dan Untuk Islam

no-zina

Tersebutlah dalam sejarah, bahwa dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Lupercalia adalah rangkaian perayaan yang disertai upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung dari tanggal 13-18 Februari. Dua hari pertama, perayaan tersebut dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata.

Pada dua hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya terambil harus menjadi pasangannya dalam menghibur diri dan menjadi obyek bersenang-senang selama setahun. Lalu pada tanggal 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan binatang buas semacam serigala dan sebagainya.

Selama upacara ini, para pemuda membawa sehelai atau selembar kulit binatang sebagai cemeti lembut, dan para wanita berebut untuk dilecut dengan anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama resmi negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama Katolik Roma mengadopsi upacara ini, namun mereka mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Mereka mengganti nama-nama gadis yang diundi dengan nama-nama Paus atau Pastor. Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I pun mendukung upacara adopsian ini.[The Encyclopedia Britannica, Sub Judul: Christianity]

Kemudian, pada 496 M Paus Gelasius menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja yang akhirnya mereka sebut dengan nama Saint Valentine’s Day guna menghormati Santo Valentine yang kebetulan mati pada tanggal 14 Februari.[The World Book Encyclopedia, 1998]

Tersebut, ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak terdapat penjelasan yang bisa dipertanggungjawabkan tentang siapa “St. Valentine” yang dimaksud. Ada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda dalam hal ini, yaitu seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna, dan ketiga seorang martir di provinsi Romawi Africa. Paus Gelasius sendiri menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada hal yang diketahui dari ketiga martir ini. Adapun 14 Februari dirayakan sebagai peringatan santo valentines semata-mata sebagai upaya mengungguli hari raya Lupercalica.[Catholic Encyclopaedia, 1908]

Hal yang sama ialah tentang kisahnya. Kisah tentang kematian martir yang sampai kini tak pernah diketahui ujung-pangkalnya, bahkan setiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda. Menurut satu versi, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Sehingga orang-orang yang mendambakan do’a St. Valentine pun menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi lainnya mengatakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St. Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M.[The World Book Encyclopedia, 1998]

Versi lainnya menyebutkan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta dalam sebuah kartu kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”.[Pembahasan di atas diringkas dari: http://id.wikipedia.org/ dan sumber lainnya.]

Titik Terang

Memperhatikan kisah sejarah yang disebutkan di atas, semestinya dengan mudah bisa dipahami tentang asal muasal hari valentine yang sedang banyak disponsori oleh media-media massa di dalam maupun luar negeri. Terlepas dari kebenaran tulisan sejarah, peringatan ini awalnya merupakan upacara kesyirikan, menduakan Alloh w\ dengan para dewa, yang dilakukan setiap tanggal 15 Februari. Kemudian berkembang menjadi sebuah perayaan resmi gereja kaum Nasrani yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari demi menghormati kematian seorang santo bernama Valentine, ialah tokoh Nasrani yang dianggap sebagai pahlawan agama dan sebagai pejuang kasih sayang sebagaimana yang mereka sangka. Sehingga kemudian hari tersebut diistilahkan dengan hari kasih sayang. Demikianlah sebagaimana dikisahkan dalam sejarah.

Jadi, perayaan ini bukan dari Islam, bukan dari agama tauhid, bukan  dari kaum mukminin yang bertauhid dan bukan pula dari orang-orang sholih yang telah mendahului kita. Namun musibah sebesar-besar musibah ialah, apa yang menimpa sebagian besar umat Islam saat ini. Di mana sebagian umat ini, menutup mata dari kenyataan sejarah di atas, bahkan terlebih dahulu mereka menutup mata dari mempelajari agamanya. Akibatnya mereka terjatuh atau bahkan menjatuhkan diri dalam kubangan peringatan hari valentine dengan berbagai kemaksiatannya, kerusakan serta dosa-dosa yang ada.

Dosa-Dosa Ber-Valentine

Tidaklah ada sebuah syariat yang diajarkan Islam yang berakibat keburukan. Dan terbukti bahwa seluruh apa yang disyariatkan Islam benar-benar membawa kebaikan dan mengantarkan umat yang ta’at menuju kepada keridhoan. Tatkala valentine’s day bukan dari dan untuk Islam, sudah tentu ia mengandung berbagai jenis kerusakan dan keburukan. Tentu di antaranya ialah membawa racun-racun dosa bagi siapa saja yang turut serta di dalamnya. Di antara dosa-dosa ber-valentine yang begitu nyata itu ialah:

Dosa Latah dan Ber-tasyabbuh

Di antara dosa-dosa ber-valentine ialah latah dan meniru serta ber-tasyabbuh. Meniru dan latah erat kaitannya dengan rasa kagum, pengagungan, serta kecintaan seseorang. Tidaklah seseorang meniru melainkan sebab kekagumannya, atau pengagungannya atau sebab kecintaannya. Jauh-jauh hari Islam telah mengingatkan umatnya agar berhati-hati dan waspada dari kebiasaan latah dan meniru-niru.  Sebab salah melatah dan meniru akan berakibat kesalahan yang sungguh sangat berbahaya. Apabila yang ditiru ialah orang-orang yang sholih yang menjadi qudwah (teladan) umat maka keberuntungan. Namun apabila yang ditiru ialah kaum fasiq (suka berbuat dosa), kaum kafir, maka berarti musibah dan kemaksiatan.

Perhatikanlah sabda Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam tentang perilaku apa yang kiranya akan dilakukan oleh umat ini. Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu menyebutkan bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَتَتْبَعُنَّ سُنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ » . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »

“Sungguh kalian akan mengikuti (perlakuan) orang yang sebelum kalian, sejengkal sejengkal, dan sehasta demi sehasta, sehingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak sekalipun tentu kalian tetap mengikuti mereka.” Kami bertanya: “Wahai Rosululloh, apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa (kalau bukan mereka)?”[HR. al-Bukhori 7320 dan Muslim 6952, dan ini lafazh al-Bukhori.]

Sungguh, sebagian besar umat ini telah mengikuti Yahudi dan Nasrani, bahkan mereka telah meniru dan semangat untuk bisa menjadi serupa atau sama dengan dua kaum tersebut. Padahal Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengancam dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Siapa saja yang menyerupakan diri dengan suatu kaum maka ia termasuk dari kaum itu.” [HR. Abu Dawud 4033, Ahmad 2/50 dan 92, dishohihkan oleh al-Albani v\ dalam Irwaul Gholil 1269]

Dosa Kagum dan Cinta Kaum Kafir

Bisa jadi karena kekaguman mereka meniru suatu kaum tersebut. Bisa juga karena pengagungan atau juga karena kecintaan. Alasan manapun yang mereka pegangi semuanya adalah kesalahan dan musibah.

Perhatikanlah apa yang dikisahkan oleh seorang sahabat yang mulia, Anas bin Malik radhiyallahu anhu. Suatu saat dia pernah berkata: “Datanglah seorang laki-laki kepada Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya: “Wahai Rosululloh, kapan kiranya akan tegak hari kiamat?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apa yang telah kau persiapkan untuk menyambut kiamat?” Dia menjawab: “Kupersiapkan kecintaanku kepada Alloh dan kepada Rosul-Nya”. Lalu beliau pun bersabda:

فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“Sesungguhnya kau akan bersama siapa yang kau cinta.”

Kemudian Anas radhiyallahu anhu mengatakan: “Kami (para sahabat) tidaklah pernah merasa gembira setelah keislaman kami dengan kegembiraan sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya kau akan bersama siapa yang kau cinta”. Anas radhiyallahu anhu pun mengatakan, “Aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar, dan Umar. Aku berharap bisa bersama mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka”.[HR Muslim 6881]

Bila seseorang akan dikumpulkan bersama siapa yang dipuja dan dicinta, maka bagaimana kiranya nasib orang-orang yang mencinta dan mengagungkan kaum fasik dan orang-orang kafir lagi durhaka? Musibah apa lagi kiranya yang lebih besar dari ini semua?

Dosa Menghamburkan Harta dan Ikut Perbuatan Setan

Tak sayang harta menjadi hal yang wajar bagi mereka yang ber-valentine. Dengan dalih menebarkan kasih sayang (menurut persangkaan mereka), mereka hamburkan harta. Inilah salah satu jalan setan yang mereka pilih dan mereka ikuti. Yaitu menyia-nyiakan harta dan dan membelanjakannya untuk kemaksiatan. Dan Alloh azza wajalla telah berfirman:

… dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Robbnya.[QS. al-Isro’ [17]: 26-27]

Dosa Pergaulan Bebas dan Perzinaan

Tak dipungkiri bahwa Islam adalah agama kasih sayang dan memerintahkan agar umatnya senantiasa berkasih sayang. Namun sesungguhnya kasih sayang dalam Islam ialah kasih sayang yang mulia, kasih sayang yang tulus dan tak kenal pamrih. Ialah kasih sayang yang penuh dengan aturan, adab dan tata krama syari’atnya yang agung. Bandingkan dengan kenyataan kaum yang menebarkan kasih sayang di hari valentine. Bukankah mereka telah banyak melanggar aturan Islam dalam berhubungan antara laki-laki dengan perempuan yang telah diatur dengan aturan yang indah dan luhur? Bukankah bervalentine semakna dengan berpesta pergaulan bebas antara laki-laki dengan perempuan tanpa aturan?

Allohumma, ya Alloh, ampunkan buat kami atas dosa dan kelemahan kami. Sungguh, menebar kasih sayang menurut mereka ialah pergaulan bebas tanpa aturan, pergaulan bebas tanpa tata krama. Berbaurnya laki-laki dengan kaum perempuan dan dilakukannya apa yang mereka hendak lakukan semaunya dan tanpa batasan. Berpasanag-pasangan dan bersepi-sepi, sembunyi dari pandangan mata manusia untuk bermaksiat kepada Dzat Yang tak kan tersembunyi perzinaan mereka bagi-Nya azza wajalla.

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

“Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi berduaan dengan seorang perempuan (yang bukan istrinya) kecuali yang ketiganya ialah setan”[HR Tirmidzi, Ahmad, dan Hakim, dan dishohihkan oleh al-Albani dalam Shohihul Jami’ 2546]

Sehingga setanlah yang menghias dan mengarahkan semua pandangan mata, seluruh ucapan lisan, semua yang terdengar, seluruh sentuhan dan langkah langkah-langkah kaki mereka. Jadilah mereka diperbudak oleh setan setelah mereka diperbudak oleh nafsu.

Apakah bersama-sama melakukan perbuatan dosa seperti ini yang dinakaman berkasih sayang? Apakah bersama-sama memperturutkan nafsu lalu tunduk patuh diperbudak setan seperti ini yang namanya berkasih sayang?

Hanya kepada Alloh ta’ala kita adukan semua musibah yang menimpa sebagian besar umat ini. Semoga Alloh subhanahu wata’ala memelihara kita dan keluarga kita dari dosa-dosa dan kemaksiatan. Amin.

Perzinaan Dalam Ber-Valentine

Membaca fenomena ber-valentine yang dilakukan oleh sebagian besar umat ini, yang penuh dengan dosa dan kemaksiatan, termasuk perzinaan, serasa tak terbayangkan betapa besarnya kerusakan ber-valentine ini. Hamper tidak ada yang namanya perzinaan melainkan terjadi dan dilakukan oleh mereka yang ber-valentineNaudzu billahi mina zina.

Pada empat belas abad yang lalu atau lebih, sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Huroiroh radhiyallahu anhu, Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Telah ditetapkan atas anak Adam (manusia) bagiannya dari zina, ia pasti mendapatinya, tak ada celah untuk menghindar darinya. Kedua mata berzina, zinanya adalah pandangan, dan kedua telinga pun berzina, zinanya adalah mendengar, dan lisan zinanya adalah pembicaraan, dan tangan zinanya adalah memegang, dan kaki zinanya adalah melangkah, dan hati (zinanya) adalah bernafsu dan berhasrat, dan kemaluan yang akan menetapkannya atau mendustakannya.”[HSR. Muslim 6925]

Coba bacalah fenomena ber-valentine yang ada, bukankah semua yang disebutkan oleh Rosululoh shallallahu ‘alaihi wasallam di atas benar-benar telah dilakukan?

1. Dosa zina pandangan mata

Jujur, rasanya tak satu pun dari berbagai bentuk zina di atas yang tidak dilakukan oleh mereka yang “menebar” kasih sayang di hari valentine. Berkasih sayang menurut mereka ialah berlezat-lezat memandangi orang yang dicinta. Padahal seperti ini haram dilakukan selain oleh pasangan yang telah sah menjadi suami-istri. Bila tidak demikian, itulah zina mata. Maka Alloh memerintahkan kepada kaum laki-laki yang beriman:

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.[QS. an-Nur [24]: 30]

Dan Alloh azza wajalla memerintahkan kepada kaum perempuan yang beriman:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan dan kemaluannya.”[QS. an-Nur [24]: 31]

2. Dosa zina lisan dan pendengaran

Kemudian, menurut mereka menebar kasih sayang ialah dengan berlezat-lezat menikmati indahnya saling mengucapkan dan mendengarkan ungkapan cinta, kemesraan, dengan berbagai romantikanya. Padahal inilah sesungguhnya zinanya lisan dan zinanya pendengaran. Seperti ini haram dilakukan selain oleh pasangan yang telah sah menjadi suami-istri guna melanggengkan cinta dan kasih sayang di antara mereka berdua. Oleh karenanya, Alloh Ta’ala berfirman:

يَا نِسَاء النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَاء إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَّعْرُوفاً

Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain. Jika kamu bertakwa, maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.[QS. al-Ahzab [33]: 32]

Yang dimaksud dengan tunduk di sini ialah berbicara dengan sikap yang memunculkan keberanian orang untuk bertindak yang tidak baik terhadap mereka, yaitu orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan wanita, seperti melakukan zina.

Apabila Alloh azza wajalla mengarahkan para istri Nabi agar tidak berbicara dengan suara dan pembicaraan yang menggoda dan memperdaya, maka tentunya umat ini, termasuk kita, lebih patut dengan arahan ini.

3. Dosa zina tangan dan kaki

Kemudian, menurut mereka menebar kasih sayang tak cukup dengan zina mata, zina lisan dan zina pendengaran saja. Namun mesti dengan zina tangan dan kaki. Jujur, tak ada dalam praktek menebar kasih sayang ala mereka melainkan disertai sentuhan, pegangan dan langkah kaki. Sesungguhnya tangan dan kaki pun berzina. Padahal sentuhan sewajarnya, termasuk jabat tangan, tak boleh dilakukan selain kepada mahromnya. Bagaimana bila sentuhan yang ada melebihi sentuhan yang wajar?! Tentu lebih sangat menjijikkan dan sangat besar akibat buruknya.

Jauh-jauh hari Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam, seorang Rosul penebar kasih sayang, telah bersabda:

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Sungguh, ditikamnya kepala salah seorang di antara kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.”[HR Thobroni dalamMu’jam al-Kabir 16880, dan dishohihkan oleh al-Albani dalam Shohihul Jami’ 5045]

Seperti ini adalah bila yang terjadi adalah sekadar menyentuh. Lalu bagaimana apabila dilakukan sesuatu yang hanya halal dilakukan oleh seorang suami yang sah terhadap istrinya yang sah?! Sungguh tangan dan kaki pun berzina, dan menderita sakit sebab tikaman jarum besi di kepala lebih baik dari semuanya.

4. Dosa zina dengan terang-terangan

Bukan hal yang tersembunyi dan tak diketahui oleh khalayak umum, namun sebaliknya menebar kasih sayang ala mereka yang ber-valentine benar-benar ‘perzinaan’ terang-terangan dengan berbagai bentuk dan jenisnya. Di jalan-jalan umum, di mall-mall, di kafe-kafe, di tempat-tempat hiburan, di tempat-tempat rekreasi dan di mana-mana. Bahkan disiarkan dan di-ekspos oleh berbagai media. Maka, perhatikanlah sabda Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam yang dengan ketegarannya senantiasa menebar kasih sayang.

كُلُّ أُمَّتِى مُعَافَاةٌ إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنَ الإِجْهَارِ أَنْ يَعْمَلَ الْعَبْدُ بِاللَّيْلِ عَمَلاً ثُمَّ يُصْبِحُ قَدْ سَتَرَهُ رَبُّهُ فَيَقُولُ يَا فُلاَنُ قَدْ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ فَيَبِيتُ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

“Setiap umatku dimaafkan (kesalahannya), kecuali orang yang terang-terangan (melakukan kemaksiatan). Dan sesungguhnya termasuk berterang-terangan ialah tatkala seseorang melakukan amalan (kemaksiatan) di waktu malam, kemudian di pagi harinya—padahal Alloh azza wajalla telah menutup rahasianya—dia mengatakan: ‘Wahai fulan, sungguh aku tadi malam telah berbuat begini dan begitu’. Padahal dia telah bermalam dan ditutupi rahasianya oleh Robbnya azza wajalla, namun kemudian dia singkap tutup Alloh itu darinya.”[HR. al-Bukhori 6069 dan Muslim 7676, dan ini lafazhnya.]

Lalu apakah menebar kasih sayang itu artinya bersemangat bersama-sama berzina dengan berbagai bentuknya secara terang-terangan seperti ini?!

5. Dosa mendekati dan berbuat zina farji/kemaluan

Sesungguhnya Alloh subhanahu wata’ala melarang umat ini mendekati zina. Dia azza wajalla berfirman:

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.[QS. al-Isro’ [17]: 32]

Imam Ibnu Katsir mengatakan: “Alloh subhanahu wata’ala berfirman dengan melarang hamba-Nya dari zina dan mendekatinya, yaitu melakukan sebab-sebab dan segala yang mengundang dilakukannya (zina).”[Lihat Tafsir al-Qur’an al-’Azhim, Ibnu Katsir, atas ayat 32 Surat al-Isro’.]

Kenyataan yang telah menjadi rahasia umum, mereka-mereka yang ber-valentine tak jarang yang sampai berzina farji, na’udzu billahi minaz-zina. Hal ini sesuai dengan asal-muasal peringatan valentine itu sendiri sebagai sebuah pesta wajib berpasang-pasangan untuk bersenang-senang semaunya.

Inilah sebagian dari dosa-dosa perzinaan dalam ber-valentine yang begitu nyata. Sehingga apakah ber-valentine maknanya menebar kasih sayang?! Ataukah justru menebar dosa dan kerusakan?! Hanya kepada Alloh azza wajalla semata kita adukan seluruh musibah yang menimpa umat ini.

Semoga yang sedikit ini menjadi pelajaran dan nasihat bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin. Wallohul musta’an.

Sumber : http://alghoyami.wordpress.com/

dinukil ulang dari : http://abangdani.wordpress.com

Reposting dari http://aslibumiayu.wordpress.com/2014/02/02/hari-kasih-sayang/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s